Selasa, 03 November 2009

IBNU SINA

Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina
Oleh : RUDI HERNOTO


A. SEJARAH DAN LATAR BELAKANG
Cendekiawan Islam
Zaman Kegemilangan Islam



Nama: Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina
Gelar: Bapak Sejarah Sains
Lahir: sekitar 980 M atau 370 H

Wafat: 1037 M atau 428 H

Mazhab: Ismail
Etnis: Tajik

Rantau: Parsi

Bidang: Kedokteran, Astronomi, Etika, Logika, Matematika, Metafisika, Falsafah, Fisika, Sains,teologi

Karya: Alqanun fi altibb, Kitab al-Shifa, Al Najat

Pengaruh: Omar Khayyám, Ibnu Rushd, Thomas Aquinas, Albertus Magnus

Diilhami: Aristotle, Al-Farabi

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 370 Hijrah bersamaan dengan tahun 980 M. Kajian awalnya Ibnu Sina di Bukhara dalam bidang bahasa dan sastra. Selain itu, beliau mengkaji dan mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logika, matematika, sains, fiqih, dan dunia kedokteran.
Walaupun Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu pengetahuan termasuk filsafat, tetapi beliau lebih menonjol dalam bidang kedokteran, oleh sebab itu beliau di juluki seorang tokoh kedokteran dan maha guru dari ilmu kedokteran.
Ibnu Sina mulai menjadi terkenal setelah berhasil menyembuhkan penyakit Putra Nub Ibn Nas al-Samani yang gagal diobati oleh dokter yang lain. Kehebatan dan kepakaran dalam bidang kedokteran tidak ada bandingnya sehingga beliau diberikan gelar al-Syeikh al-Rais (Mahaguru Pertama).
B. SUMBANGAN DALAM ILMU PENGETAHUAN IBNU SINA
Kemasyhurannya sampai terkenal di luar negara Islam. Bukunya Al Qanun fi al-Tibb telah diterbitkan di Roma pada tahun 1593 sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Precepts of Medicine. Dalam jangka waktu tidak sampai 100 tahun, buku itu telah dicetak ke dalam 15 buah bahasa. Pada abad ke-17, buku tersebut telah dijadikan sebagai bahan reverensi di universitas-universitas yang ada di Itali dan Perancis. Bahkan hingga abad ke-19, bukunya masih dicetak ulang dan dipergunakan oleh para mahasiswa kedokteran.
Ibnu Sina juga telah menghasilkan sebuah buku yang diberi judul (Remedies for The Heart) yang berisi tentang ilmu kedokteran. Dalam buku itu, beliau telah menceritakan dan menguraikan 760 jenis penyakit disertai dengan cara pengobatannya. Hasil tulisan Ibnu Sina sebenarnya tidak terbatas kepada ilmu kedokteran saja Tetapi bidang-bidang lainpun turut beliau tulis seperti bidang metafisik, musik, astronomi, philologi (ilmu bahasa), syair, prosa, dan agama.
Penguasaannya dalam berbagai bidang ilmu itu telah menjadikannya seorang tokoh sarjana yang serba bisa. Beliau tidak sekadar menguasainya tetapi juga terkenal sampai jaman kejayaannya yaitu puncak kecemerlangan tertinggi dalam bidang yang ditekuninya.
Di samping menjadi puncak kajayaannya dalam bidang kedokteran, Ibnu Sina juga menduduki kedudukan yang tinggi dalam bidang ilmu logika. Dalam bidang penulisan, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya sastra termasuk sastra kreatif.
Selain itu, Ibnu Sina juga merupakan seorang ahli filsafat yang terkenal. Beliau pernah menulis sebuah buku berjudul al-Najah yang membicarakan persoalan filsafat. Pemikiran filsafat Ibnu Sina banyak dipengaruhi oleh aliran filasafat al-Farabi yang telah menghidupkan pemikiran Aristoteles. Oleh sebab itu, pandangan ilmu kedokteran Ibnu Sina turut dipengaruhi oleh asas dan teori kedokteran Yunani khususnya Hippocrates.
C. PERANAN IBNU SINA DALAM BIDANG KEDOKTERAN
Kedokteran Yunani berasaskan teori empat unsur yang dinamakan humours yaitu darah, lendir (phlegm), empedu kuning (yellow bile), dan empedu hitam (black bile). Menurut teori ini, kesehatan seseorang mempunyai hubungan dengan campuran ke-empat unsur tersebut. Ke-empat unsur itu harus berada pada kadar yang seimbang dan apabila keseimbangan ini terganggu maka seseorang akan mendapat penyakit.
Setiap individu mempunyai keseimbangan yang berlainan. Meskipun teori itu tidak tepat, tetapi telah meletakkan satu landasan kuat pada dunia kedokteran untuk mengenal pasti tentang penyakit yang menyerang manusia. Ibnu Sina telah menjawab teori-teori kosmogoni Yunani ini dan mengislamkannya.
Ibnu Sina percaya bahwa setiap tubuh manusia terdiri dari empat unsur yaitu tanah, air, api dan angin. Ke-empat unsur ini memberikan sifat lembab, sejuk, panas, dan kering serta sentiasa bergantung kepada unsur lain yang terdapat dalam alam ini. Ibnu Sina percaya bahwa wujud ketahanan awal yang ada dalam tubuh manusia dapat melawan penyakit. Jadi, selain keseimbangan unsur-unsur yang dinyatakan itu, manusia juga memerlukan ketahanan yang kuat dalam tubuh untuk menjaga kesehatan dan proses penyembuhan.
D. PEMIKIRAN FILSAFAT IBNU SINA
Pengaruh pemikiran Yunani bukan saja dapat dilihat dalam pandangan Ibnu Sina mengenai kesehatan dan ilmu kedokteran, tetapi juga bidang filsafat. Ibnu Sina berpendapat bahwa matematika boleh digunakan untuk mengenal Tuhan. Pandangan itu pernah dikemukakan oleh ahli filsafat Yunani seperti Pythagoras untuk menguraikan mengenai sesuatu kejadian. Bagi Pythagoras, suatu benda mempunyai angka-angka dan
angka itu berkuasa di alam ini. Berdasarkan pandangan itu, maka Imam al-Ghazali telah menyebutkan bahwa paham Ibnu Sina sebagai paham yang sesat dan lebih merusak kepercayaan Yahudi dan Nasrani.
Sebenarnya, Ibnu Sina tidak pernah menolak kekuasaan Tuhan. Dalam buku An-Najah, Ibnu Sina telah menyatakan bahwa pencipta yang dinamakan sebagai "Wajib al-Wujud" ialah satu. Dia tidak berbentuk dan tidak boleh dibagikan dengan cara apapun. Menurut Ibnu Sina, segala yang wujud (mumkin al-wujud) bermula dari "Wajib al-Wujud" yang tidak ada permulaan.
Tetapi tidaklah wajib segala yang wujud itu datang dari yang Wajib al-Wujud sebab Dia berkehendak bukan mengikuti kehendak. Walau bagaimanapun, tidak menjadi halangan bagi Wajib al-Wujud untuk melimpahkan atau menerbitkan segala yang wujud sebab kesempurnaan dan ketinggian-Nya.
Pemikiran filsafat dan konsep ketuhanannya telah ditulis oleh Ibnu Sina dalam bab "Himah Ilahiyyah" dalam pasal "Tentang adanya susunan akal dan nufus langit. Pemikiran Ibnu Sina ini telah menimbulkan kontroversi dan telah dianggap sebagai satu percobaan untuk membahas tentang zat Allah. Al-Ghazali telah menulis sebuah buku yang berjudul Tahafat al'Falasifah (Tidak Ada Kesinambungan Dalam Pemikiran Ahli Filsafat) untuk membahaskan pemikiran Ibnu Sina dan al-Farabi.
Antara pendapat yang diutarakan oleh al-Ghazali ialah menyangkal terhadap kepercayaan dalam keabadian planet bumi, penyangkalan terhadap penafsiran Ibnu Sina dan al-Farabi mengenai pembangkitan jasad manusia dengan perasaan kebahagiaan dan kesengsaraan di syurga atau neraka.
Apa pun pandangan yang dikemukakan, sumbangan Ibnu Sina dalam perkembangan filsafat Islam tidak mungkin dapat diingkari. Bahkan beliau dianggap sebagai orang yang bertanggungjawab menyusun ilmu filsafat dan sains dalam Islam. Sesungguhnya, Ibnu Sina tidak saja unggul dalam bidang kedokteran tetapi kehebatan dalam bidang filsafat mengungguli gurunya sendiri yaitu Abu Al-Nasr Al-Farabi


E. KESIMPULAN
Semasa hayatnya, Ibnu Sina telah banyak memberikan sumbangan khususnya dalam bidang kedokteran. Dalam bidang kedokteran, Ibnu Sina telah mengembangkan ilmu psikologi dalam kedokteran atau lebih dikenali sebagai ‘Psychosomatic medicine’pada masa ini. Selain itu,beliau turut mengembangkan ilmu diagnosis melalui denyutan jantung ( pulse diagnosis ) untuk mengenal pasti keadaan tumor. Diagnosis ini masih dipraktikan oleh dokter-dokter islam di Pakistan, Afghanistan dan Parsi.
Selain itu, Ibnu Sina turut memberikan sumbangan dalam bidang geografi, geologi, kimia, kosmologi, dan sebagainya. Keadaan ini membuktikan bahwa Ibnu Sina seorang yang berpengetahuan luas karana ilmunya mencakup semua bidang. Oleh itu, sebagai manusia kita haruslah mencontoh sikap Ibnu Sina yang rajin berusaha walaupun telah memiliki ilmu pengetahuan.
Sepeninggalnya Ibnu Sina merupakan kehilangan yang amat besar bagi dunia engetahuan karena beliau merupakan seorang yang berilmu pengetahuan tinggi dan berpengalaman. Ibnu Sina tidak pernah putu asa untuk menuntut ilmu dan melakukan pembaharuan sampai beliau menghempus nafas terakhir pada usia 58 tahun pada bulan Ramadhan 428 H / 1037 M. Beliau dimakamkan di Hamdan.

DAFTAR PUSTAKA

1. "http://ms.wikipedia.org/wiki/Abu_Ali_AlHussain_Ibn_Abdallah_Ibn_Sina"
2. http://www.yahoo.com.my
3. http://www.google.com.my
4. Baharuddin Yatim & Sulaiman Nordin.1997.Sains Menurut Perspektif Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar